Dua Warga Makassar Positif Corona, Satu Meningggal

Makassar, CNN Indonesia -- Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengumumkan secara resmi ada dua orang warga Sulsel yang dinyatakan positif terjangkit virus corona covid-19. Keduanya berasal dari Kota Makassar, satu di antaranya meninggal dunia. Hal ini disampaikan Nurdin di kediaman pribadi Nurdin di perumahan dosen Universitas Hasanuddin, Kamis (19/3) malam. Dia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sulsel selaku juru bicara gugus tugas penanganan covid-19, Dr Ichsan Mustari.

Nurdin menjelaskan, setidaknya ada 17 sampel yang diperiksa ke laboratorium. Hasilnya, 6 sampel negatif, 9 sampel masih menunggu hasil uji lab dan 2 sampel dinyatakan positif covid-19.
 
"Satu diantara dua yang positif ini, meninggal dunia pada 5 Maret lalu saat tengah perawatan di RS Siloam, Makassar sebelum keluar hasil lab," kata Nurdin.
 
Dia menjelaskan, dua pasien yang positif ini masing-masing pasien 285, meninggal dunia, jenis kelamin perempuan, usia 55 tahun. Lalu pasien 286, jenis kelamin laki-laki, sementara ini dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo. "Pasien covid 285 yang meninggal dunia ini baru kembali dari umrah. Seminggu kemudian alami keluhan diare dan batuk. Lalu dirawat di RS Siloam dengan keluhan demam, sesak," ucapnya. "Ketika dilakukan doto thorax, menunjukkan pneumonia di kedua paru-parunya. Jadi pasien ini meninggal dunia sebelum tahu hasil uji labnya. Baru hari ini keluar hasilnya," kata Nurdin.
 
Pasien 286 ini, lanjut Nurdin, punya riwayat pernah kontak dengan penderita covid-19. Keluhan saat masuk rumah sakit, demam dan batuk. Pemeriksaan rontgen menunjukkan pneumonia.
 
Nurdin menyebut pasien yang dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo tersebut kondisi kesehatannya membaik. Bahkan tadi malam, laporan dokter mengatakan pasien sudah minta keluar dari ruang isolasi. "Bahkan katanya sempat guyon kalau dia sudah lama tidak makan konro (kuliner konro). Tapi sekarang dia harus diobservasi ulang karena hasil uji labnya itu positif," jelas Nurdin Abdullah. Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, usai sampel pasien 285 positif, pihak Dinas Kesehatan turun melakukan pelacakan terhadap keluarga dan kerabat maupun orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Sementara pasien 286, keluarganya telah diisolasi dan dilakukan pelacakan orang-orang yang pernah kontak dengan dia.
 
Sumber : CNN Indonesia